Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memperkirakan harga bahan bangunan di Indonesia berpotensi mengalami kenaikan akibat konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah material konstruksi yang kemungkinan terdampak antara lain semen, besi, baja, hingga aspal. Hal ini disebabkan sebagian besar bahan tersebut masih bergantung pada impor dari luar negeri.
Meski demikian, hingga saat ini harga material konstruksi masih relatif stabil. Namun, pemerintah meyakini kenaikan harga hanya tinggal menunggu waktu seiring dinamika global yang terus berkembang.
Dody menegaskan, pemerintah akan mengambil langkah penyesuaian terhadap nilai kontrak proyek-proyek yang sudah berjalan. Kebijakan ini dilakukan agar beban kenaikan harga tidak sepenuhnya ditanggung oleh kontraktor.
“Kami akan melakukan eskalasi kontrak jika terjadi kenaikan signifikan pada harga material,” ujarnya.
Saat ini, Kementerian PU masih melakukan perhitungan terkait kemungkinan penyesuaian tersebut untuk berbagai proyek infrastruktur.
Selain itu, pemerintah juga berupaya mengurangi ketergantungan pada material impor dengan mendorong penggunaan bahan lokal. Salah satu contohnya adalah aspal, di mana sekitar 80 persen kebutuhan nasional masih berasal dari impor, sementara pemanfaatan produksi dalam negeri masih terbatas.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas biaya pembangunan di tengah ketidakpastian global.



